Jumat, 30 November 2012

Ebiet G. Ade - Kupu-Kupu Kertas


Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-katamu riuh mengalir bagi gerimis…

Seperti angin tak pernah diam
Slalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri…

Reff:
Kupu-kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu termeram..ho oh ho ho ho……

Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari sgala kekotoran…ho ho ho ho…

Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharap badai datanglah
Gemuruhnya akan melumatkan semua
Kupu-kupu ketas

Selasa, 27 November 2012

Ebiet G. Ade - Senandung Pucuk-Pucuk Pinus


Bila kita tak segan mendaki
Lebih jauh lagi
Kita akan segera rasakan
Betapa bersahabatnya alam
               
                Setiap sudut seperti menyapa
                Bahkan teramat akrab
                Seperti kita turut membangun
                Seperti kita yang merencanakan...

Reff:
Pucuk-pucuk pinus
Seperti merenggut
Bergesek berdesak menjadi lara
Ranting kering luruh adalah nyanyian
Selaksa puisi, bergayut di dahan, leburlah disini...

                Kini tinggal menunggu
                Datang hembusan angin
                Sempurnalah segalanya....

Bila kita tak segan menyatu...
Bahkan teramat akrab...
Kita akan segera percaya
Betapa bersahajanya alam

                Lumpur kering adalah nyanyian
                Untuk temukan jalan
                Dan butir embun adalah pedoman
                Dalam segenap kegelapan...

Ebiet G. Ade - Camellia III


Disini di batu ini
Akan kutuliskan lagi
Namaku dan namamu..

Maafkan bila waktu itu
Dengan tuliskan nama kita
Kuanggap engaku berlebihan...

                #:
                Sekarang setelah kau pergi
                Kurasakan makna tulisanmu
                Meski samar tapi jelas tegas
                Engkau hendak tinggalkan kenangan, dan kenangan

Disini kau petikkan kembang
Kemudian engkau selipkan
Pada tali gitarku...

Maafkan bila waktu itu
Kucabut dan kubuang
Kau pungut lagi dan ka bersihkan...

                #:
                Engkau berlari sambil menangis
                Kau dekap erat kembang itu
                Sekarang baru aku mengerti
                Ternyata kembangmu kembang terakhir, yang terakhir

                Reff:
                Ho...Camelia
                Katakanlah di satu mimpiku...o o o o o...
Camelia...maafkanlah sgala khilaf dan salahku...

Disini di kamar ini
Yang ada tinggal gambarmu
Kusimpan dekat dengan tidurku dan mimpiku...

Ebiet G. Ade - Apakah Ada Bedanya


Apakah ada bedanya
Hanya diam menunggu
Dengan memburu bayang-bayang
Sama-sama kosong..

                Kucoba tuang ke dalam kanvas
                Dengan garis dan warna-warni
                Yang aku rindui...

Apakah ada bedanya
Bila mata terpejam
Fikiran jauh mengembara
Menembus batas langit...

                Cintamu telah membakar jiwaku
                Harum aroma tubuhmu
Menyumbat kepala
Dan pikiranku

Reff:
Di bumi yang berputar...pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya...isi dengan rasa...
Di menara langit...halilintar bersabung...
Kau merasa tak terlindung...terbakar kegetiran...

                Cinta yang kuberi...sepenuh hatiku...
                Entah yang kuterima...
                Aku tak peduli...aku tak peduli...
                Aku tak peduli...

Apakah ada bedanya
Ketika kita bertemu
Dengan saat kita berpisah
Sama-sama nikmat

                Tinggal bagaimana kita menghayati
                Di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan...

Dada yang terluka...
Duka yang tersayat...
Rasa yang terluka...

Ebiet G. Ade - Cinta Sebening Embun


Pernahkah kau coba menerka
Apa yang tersembunyi di sudut hati
Derita di mata, derita dalam jiwa
Kenapa tak engkau pedulikan

Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
Kenapa tak pernah engkau hiraukan

                Reff:
                Selama musim belum bergulir
                Masih ada waktu, saling membuka diri
                Sejauh batas pengertian
                Pintupun tersibak, cinta mengalir sebening embun...

Kasihpun mulai deras mengalir
Cemerlang sebeing embun

Pernahkah kau coba membaca
Sorot mata dalam menyimpan rindu
Gelora cinta, gelora dalam dada
Kenapa tak mesti engkau abaikan

Ebiet G. Ade - Seraut Wajah


Wajah…yang slalu dilumuri senyum
Legam…tersengat terik matahari
Keperkasaan yang tak menggoda
Terbaca dari garis-garis di dagu

Waktu…telah menggilas semuanya
Ia…tinggal punya jiwa
Pengorbanan yang tak sia-sia
Untuk negeri yang dicintai dikasihi

Reff
Tangan dan kaki rela kau serahkan
Darah keringat rela kau cucurkan
Bukan hanya untuk ukir namamu

Ikhlas demi langit,bumi
Bersumpah mempertahankan setiap jengkal tanah

Wajah…yang tak pernah mengeluh
Tegar dalam sikap sempurna
Pantang menyerah

Ebiet G. Ade - Masih Ada Waktu


Bila masih mungkin kita menorehkan bhakti
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi

Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta

                                                                                #
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah  sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung

Hanya atas kasihnya,hanya atas kehendaknya
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumpun ilalang,kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatannya…

Reff:
Sampai kapankah gerangan…
Waktu yang masih tersisa…

Semuanya menggeleng,semuanya terdiam
Semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segeralah bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu

Ebiet G. Ade - Berita Kepada Kawan


Perjalanan ini trasa sangat menyedihkan…
Sayang engkau tak duduk disampingku kawan…
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan…
Di tanah kering bebatuan…

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan…
Hati tergetar menampak kering rerumputan…
Perjalanan inipun seperti jadi saksi…
Gembala kecil menangis sedih…oh ho ho ho…

Reff I:
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya telah lama mari
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut,kukabarkan semuanya
Kepada karang,kepada ombak,kepada matahari
Tetapi semua diam,tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri,terpaku menatap langit…

Reff II:
Barangkali disana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan,melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan,bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang…