Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-katamu riuh mengalir bagi gerimis…
Seperti angin tak pernah diam
Slalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu
diri…
Reff:
Kupu-kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu termeram..ho oh ho ho ho……
Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari sgala kekotoran…ho
ho ho ho…
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharap badai datanglah
Gemuruhnya akan melumatkan semua
Kupu-kupu ketas