Ketika kubuka jendela...kegetiran datang menerka
Apakah karna hembusan angin....bawa aroma rumput basah....
Reff I:
Gemuruh air hujan... Menumpas nyanyianku
Tentang asmara yang sirna...
Terkubur dalam dada....
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati.....
Ketika kuberjalan sendiri menyusuri sungai berliku....
Apakah langkah kubawa ke hulu ataukah ke muara....
Reff II:
Gemuruh suara hati....menikam kebisuan.....
Akankah cintaku kandas
Terkubur dalam jiwa....
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati........
Reff III:
Gemuruh air hujan....menumpas nyanyianku...
Tentang asmara yang sirna...
Terkubur dalam dada.....
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati......
Oh malam dengarkanlah....syair dari nyanyianku....
Barangkali akan dapat menolongku....
Coba bawakan dia...meski hanya lewat mimpi.....
Oh...kelam bicaralah....
Oh ho.... demi semi cintaku........
ho ho ho ho......
Demi semi cintaku...
ho ho ho ho.......
Demi semi cintaku......
hm........
Demi semi cintaku....
Pecinta Musik Jadul n' Modern
Selamat datang di Pecinta Musik Jadul n' Modern! Disini Anda bisa melihat lirik lagu jadul dan modern.... (Bagi anggota grup Faceook: Pecinta Musik Jadul n' Modern, jika kalian ingin share lirik lagu, tolong dishare di grup dengan ejaan, huruf, dan kata - kata yang baik)
Rabu, 30 Januari 2013
Rabu, 19 Desember 2012
Ebiet G. Ade - Elegi Esok Pagi
Ijinkanlah…kukecup keningmu
Bukan hanya ada di dalam angan…
Esok pagi kau buka jendela…
Kan kau dapati seikat kembang merah
Dan kau tahu aku mulai bosan
Bercumbu degan bayang-bayang…
Bantulah aku temukan diri
Menyambut pagi membuang sepi….
Reff:
Ijinkanlah aku kenang…
Sejenak perjalanan…ho ho ho ho
Dan biarkan kumengerti…
Apa yang tersimpan di matamu…ho ho ho…
Barangkali di tengah telaga…
Ada tersisa butiran cinta…
Dan semoga kerinduan ini…
Bukan jadi mimpi di atas mimpi…
Reff II:
Ijinkanlah aku rindu…
Pada hitam rambutmu…
Dan biarkan ku bernyanyi…
Demi hati yang risau ini…ho ho ho…
Ebiet G. Ade - Camellia II
Ebiet G. Ade - Camellia II
Gugusan hari-hari indah bersamamu
Camelia
Bangkitkan kembali rinduku mengajakmu
kesana
Ingin ku berlari mengejar sribu bayangmu
Camelia
Tak peduli kan ku terjang biarpun harus
kutembus padang ilalang…
Reff
Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan tlah menahanku
Ingin ku nanti mereka berkata
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan…ia datang…
Di hatiku…
Di hatiku…
Ebiet G. Ade - Untuk Kita Renungkan
Ebiet G. Ade - Untuk Kita Renungkan
Kita masih telanjang dan benar-benar
bersih
Suci lahir dan didalam bathin
Tengoklah kedalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat…ho ho
ho
Singkirkan debu yang masih melekat
Anugerah dan bencana adalah kehendaknya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia diatas segalanya…ho ho ho
Adalah Dia diatas segalanya
#
Anak menjerit-jerit,asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman,hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan,masih banyak tangan
Yng tega berbuat nista
Reff:
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat..
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bias menjawab
Mari hanya runduk sujud padanya
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada disini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum…ho ho ho
Berusahalah agar dia tersenyum
Jumat, 30 November 2012
Ebiet G. Ade - Kupu-Kupu Kertas
Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-katamu riuh mengalir bagi gerimis…
Seperti angin tak pernah diam
Slalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu
diri…
Reff:
Kupu-kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu termeram..ho oh ho ho ho……
Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari sgala kekotoran…ho
ho ho ho…
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharap badai datanglah
Gemuruhnya akan melumatkan semua
Kupu-kupu ketas
Selasa, 27 November 2012
Ebiet G. Ade - Senandung Pucuk-Pucuk Pinus
Bila kita tak segan
mendaki
Lebih jauh lagi
Kita akan segera
rasakan
Betapa bersahabatnya
alam
Setiap sudut seperti menyapa
Bahkan teramat akrab
Seperti kita turut membangun
Seperti kita yang
merencanakan...
Reff:
Pucuk-pucuk pinus
Seperti merenggut
Bergesek berdesak
menjadi lara
Ranting kering luruh
adalah nyanyian
Selaksa puisi,
bergayut di dahan, leburlah disini...
Kini tinggal menunggu
Datang hembusan angin
Sempurnalah segalanya....
Bila kita tak segan
menyatu...
Bahkan teramat
akrab...
Kita akan segera percaya
Betapa bersahajanya
alam
Lumpur kering adalah nyanyian
Untuk temukan jalan
Dan butir embun adalah pedoman
Dalam segenap kegelapan...
Ebiet G. Ade - Camellia III
Disini di batu ini
Akan kutuliskan lagi
Namaku dan namamu..
Maafkan bila waktu itu
Dengan tuliskan nama
kita
Kuanggap engaku
berlebihan...
#:
Sekarang setelah kau pergi
Kurasakan makna tulisanmu
Meski samar tapi jelas tegas
Engkau hendak tinggalkan
kenangan, dan kenangan
Disini kau petikkan
kembang
Kemudian engkau
selipkan
Pada tali gitarku...
Maafkan bila waktu itu
Kucabut dan kubuang
Kau pungut lagi dan ka
bersihkan...
#:
Engkau berlari sambil menangis
Kau dekap erat kembang itu
Sekarang baru aku mengerti
Ternyata kembangmu kembang
terakhir, yang terakhir
Reff:
Ho...Camelia
Katakanlah di satu mimpiku...o o
o o o...
Camelia...maafkanlah sgala khilaf dan salahku...
Disini di kamar ini
Yang ada tinggal
gambarmu
Kusimpan dekat dengan
tidurku dan mimpiku...
Langganan:
Postingan (Atom)