Rabu, 30 Januari 2013

Asmara Suatu Ketika

Ketika kubuka jendela...kegetiran datang menerka
Apakah karna hembusan angin....bawa aroma rumput basah....

Reff I:
Gemuruh air hujan... Menumpas nyanyianku
Tentang asmara yang sirna...
Terkubur dalam dada....
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati.....

Ketika kuberjalan sendiri menyusuri sungai berliku....
Apakah langkah kubawa ke hulu ataukah ke muara....

Reff II:
Gemuruh suara hati....menikam kebisuan.....
Akankah cintaku kandas
Terkubur dalam jiwa....
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati........

Reff III:
Gemuruh air hujan....menumpas nyanyianku...
Tentang asmara yang sirna...
Terkubur dalam dada.....
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara hati......

Oh malam dengarkanlah....syair dari nyanyianku....
Barangkali akan dapat menolongku....

Coba bawakan dia...meski hanya lewat mimpi.....
Oh...kelam bicaralah....
Oh ho.... demi semi cintaku........

ho ho ho ho......
Demi semi cintaku...
ho ho ho ho.......
Demi semi cintaku......
hm........
Demi semi cintaku....

Rabu, 19 Desember 2012

Ebiet G. Ade - Elegi Esok Pagi


Ijinkanlah…kukecup keningmu
Bukan hanya ada di dalam angan…
Esok pagi kau buka jendela…
Kan kau dapati seikat kembang merah

Dan kau tahu aku mulai bosan
Bercumbu degan bayang-bayang…
Bantulah aku temukan diri
Menyambut pagi membuang sepi….

Reff:
Ijinkanlah aku kenang…
Sejenak perjalanan…ho ho ho ho
Dan biarkan kumengerti…
Apa yang tersimpan di matamu…ho ho ho…

Barangkali di tengah telaga…
Ada tersisa butiran cinta…
Dan semoga kerinduan ini…
Bukan jadi mimpi di atas mimpi…

Reff II:
Ijinkanlah aku rindu…
Pada hitam rambutmu…
Dan biarkan ku bernyanyi…
Demi hati yang risau ini…ho ho ho…

Ebiet G. Ade - Camellia II

Ebiet G. Ade - Camellia II


Gugusan hari-hari indah bersamamu Camelia
Bangkitkan kembali rinduku mengajakmu kesana
Ingin ku berlari mengejar sribu bayangmu Camelia
Tak peduli kan ku terjang biarpun harus kutembus padang ilalang…

Reff
Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan tlah menahanku
Ingin ku nanti mereka berkata
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan…ia datang…
Di hatiku…
Di hatiku…

Ebiet G. Ade - Untuk Kita Renungkan

Ebiet G. Ade - Untuk Kita Renungkan


Kita masih telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan didalam bathin
Tengoklah kedalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat…ho ho ho
Singkirkan debu yang masih melekat
                              
Anugerah dan bencana adalah kehendaknya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia diatas segalanya…ho ho ho
Adalah Dia diatas segalanya

#
Anak menjerit-jerit,asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman,hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan,masih banyak tangan
Yng tega berbuat nista

Reff:
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat..

Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bias menjawab
Mari hanya runduk sujud padanya

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada disini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum…ho ho ho
Berusahalah agar dia tersenyum

Jumat, 30 November 2012

Ebiet G. Ade - Kupu-Kupu Kertas


Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-katamu riuh mengalir bagi gerimis…

Seperti angin tak pernah diam
Slalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri…

Reff:
Kupu-kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu termeram..ho oh ho ho ho……

Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari sgala kekotoran…ho ho ho ho…

Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharap badai datanglah
Gemuruhnya akan melumatkan semua
Kupu-kupu ketas

Selasa, 27 November 2012

Ebiet G. Ade - Senandung Pucuk-Pucuk Pinus


Bila kita tak segan mendaki
Lebih jauh lagi
Kita akan segera rasakan
Betapa bersahabatnya alam
               
                Setiap sudut seperti menyapa
                Bahkan teramat akrab
                Seperti kita turut membangun
                Seperti kita yang merencanakan...

Reff:
Pucuk-pucuk pinus
Seperti merenggut
Bergesek berdesak menjadi lara
Ranting kering luruh adalah nyanyian
Selaksa puisi, bergayut di dahan, leburlah disini...

                Kini tinggal menunggu
                Datang hembusan angin
                Sempurnalah segalanya....

Bila kita tak segan menyatu...
Bahkan teramat akrab...
Kita akan segera percaya
Betapa bersahajanya alam

                Lumpur kering adalah nyanyian
                Untuk temukan jalan
                Dan butir embun adalah pedoman
                Dalam segenap kegelapan...

Ebiet G. Ade - Camellia III


Disini di batu ini
Akan kutuliskan lagi
Namaku dan namamu..

Maafkan bila waktu itu
Dengan tuliskan nama kita
Kuanggap engaku berlebihan...

                #:
                Sekarang setelah kau pergi
                Kurasakan makna tulisanmu
                Meski samar tapi jelas tegas
                Engkau hendak tinggalkan kenangan, dan kenangan

Disini kau petikkan kembang
Kemudian engkau selipkan
Pada tali gitarku...

Maafkan bila waktu itu
Kucabut dan kubuang
Kau pungut lagi dan ka bersihkan...

                #:
                Engkau berlari sambil menangis
                Kau dekap erat kembang itu
                Sekarang baru aku mengerti
                Ternyata kembangmu kembang terakhir, yang terakhir

                Reff:
                Ho...Camelia
                Katakanlah di satu mimpiku...o o o o o...
Camelia...maafkanlah sgala khilaf dan salahku...

Disini di kamar ini
Yang ada tinggal gambarmu
Kusimpan dekat dengan tidurku dan mimpiku...